Friday, September 13, 2013

Pasca menikah saya mulai merasakan kebenaran quotes2 yang sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari *eaaa, Beberapa diantaranya adalah:

Perfectly imperfect adalah suatu kondisi yang menyiratkan kalo pada saat itu saya sedang mengalami kondisi yang seharusnya sempurna tapi malah sirna. Jadi contoh kondisi yang sedang saya alami pada saat itu adalah, di satu sisi saya merasa senang karena masih sore saya sudah pulang kantor, bisa leyeh2 di kasur, masih sempet nonton drama korea indo*iar, ditemeni semangkuk bakso dan kue bandung, tapi suami belum pulang. Perfectly imperfect, isn't it?





Unity in differsity ini adalah hal umum yang kebanyakan pasutri rasakan. Kita berdua adalah dua manusia berbeda, baik beda kebiasaan, beda pola pikir, beda pola makan tapi disatukan dalam satu janji suci pernikahan. Yup, dalam hal meletakkan pakaian, sepatu atau apapun di rumah saya terbiasa rapi, suami terbiasa nanti (nanti juga dirapiin istri, red). Saya sukanya makan telor ceplok pake garam, suami sukanya pakai gula. Saya sukanya nasi agak lembek, suami sukanya yg ngga lembek. Saya sukanya musik jazz, suami sukanya rock. Hmm, apalagi yaa? Sebenernya sih banyak banget hal yang berbeda dari kami berdua, tapi ya memang harus tetep satu :)




Friday, August 30, 2013

Mari kita lanjutin postingan SAH ini bro, mengingat sudah banyak request via bbm dan juga mention lewat twitter untuk segera bikin lanjutan cerita nikahanku ini *nggaya. 

Jadi edisi SAH ini bertema "thanks to" yang khusus saya persembahkan untuk siapa-siapa saja yg sudah berperan aktif maupun pasif dalam perhelatan "pelepasan masa lajang". 

Pertama, pasti Allah SWT yg telah memberikan saya umur panjang sehingga saya diberikan kesempatan menikmati satu fase indah dalam hidup yaitu menikah, Bersyukur pula padaNya telah diberikan cara yg indah untuk mengenal dan menjatuhkan pilihan hidup dengan lelaki pilihan hati. Bersyukur pula telah diberikan kelancaran menjalani prosesi pernikahan tahap demi tahapnya. Teramat besar rasa syukur yang mesti tercurah untukNya, terimakasih ya Allah :)))

Kedua, yaitu kedua orang tua saya yg kapanpun dan dimanapun mereka berada, saya percaya mereka pasti dengan tulus mendoakan dan merestui anaknya untuk meraih kehidupan yg terbaik :)

Ketiga, adalah keluarga tersayang, yang selalu siap sedia untuk saya repotkan menyiapkan segala keperluan, dan dengan suka rela pula merelakan waktu, pikiran, tenaga maupun apapun demi mewujudkan pernikahan impian saya :)

Keempat, dengan sangat terpaksa, hehehe...Kharisma harus masuk dalam daftar "thanks to" kali ini. Karena darinya lah saya bertemu dengan pacar yg kemudian menjadi pendamping hidup saya sekarang dan selamanya ini :)

Kelima, tak bisa dipungkiri Perias memegang andil yg cukup besar dalam suatu perhelatan pernikahan. Jauh hari sebelum digelarnya acara pernikahan, saya sudah bercakap panjang lebar kepada Mbak Sisca (make up wedding) tentang konsep pernikahan yg saya inginkan. Mbak Sisca lah yang menghandle hampir 60% keperluan pernikahan saya, mulai dari riasan, baju penganten, dekorasi hingga susunan acaranya. Perias di acara nikahanku ini tak hanya bertugas untuk merias manten beserta segenap keluarga, tapi dalam prakteknya juga dituntut untuk bisa mengkondisikan jalannya suatu acara sesuai rencana. Bahkan setelah acara pernikahan rampung digelar sekalipun, perias masih harus standby untuk membersihkan dempulan dempulan make up manten putri yang belum juga hilang dalam 5 kali cuci.

eksis banget, mbak??? 


Keenam, katering jelas ga boleh terlewat untuk ucapan "thanks to" ini bro. Dalam kesempatan kali ini saya memakai jasa Kenanga Katering, katering yang juga saya pakai untuk menyiapkan makanan di acara lamaran sebelumnya. Menurutku yg paling menentukan tingkat kepuasan tamu undangan ya disini ini, mereka akan merasa puas kalau hidangan yg disajikan juga bisa menggoyang lidah mereka. Berhubung saya adalah mantennya, sudah pasti menikmati hidangan adalah hal belakangan yg bisa saya lakukan. Yoweslah ra popo, yg penting tamu puas deh, insyaAllah :)
maroon as the theme :)

Ketujuh, tamu undangan pasti nggak akan tau kalo saya bakal nikahan tanpa yang namanya "undangan". Dan tamu undangan bakal merasa berkesan kalau selesai acara dibawain yg namanya "souvenir". Untuk itulah Kinanthi Souvenir juga harus masuk dalam ucapan Thanks to Daru and Udin's Wedding :)
undangan kipas :)
souvenirplacemate lidi :)

Kedelapan, tamu undangan :)
Terimakasih telah meluangkan waktunya dan menyelipkan doa untuk kebahagiaan kedua mempelai.
Diantara tamu undangan yg hadir, spesial thanks goes to :

  • Celin and Kunis yang bersedia merangkap posisi kembar mayang :)




  • Perwakilan Mechanical 07 yang jauh2 menyempatkan datang :)




  •  Perwakilan Enviro 07 yang nemenin malam midodareni :)






Kesembilan, terimakasih Bapak Penghulu, berkat perantaramulah kami SAH menjadi sepasang suami istri ^.^







Thursday, August 15, 2013

Sehari sebelum arus balik saya ke Jakarta, cempluk menyempatkan diri sesaat untuk bersua. Meskipun Shinta dan Celin harus absen kali ini, tapi acara kumpul2 kami tetap berlangsung seru ditambah dengan kehadiran suamiku serta suami Ita dan anaknya. Bisa dibilang cempluk kini sudah menjadi keluarga yang bertumbuh dan berkembang semakin besar :)

Cempluk's big famz :)


Selalu menjadi hal yang menyenangkan bisa berkumpul bersama sahabat yang sudah sejak SMP berbagi bersama ini. Ita dengan Awdie gadis kecilnya yang sudah memasuki usia 6 bulan, dan Lintang dengan insyaAllah jodohnya yang insyaAllah sebentar lagi meminanangnya. Senang sekali mendengar kabar bahagia dari mereka :) 

Dari kiri ke kanan, daru - ita - lintang :)

Kurang lebih sejam setengah kami mengobrol kesana kemari sambil menikmati kafe baru "newbie" yang tak lain tak bukan adalah kafe milik teman SMP kami. Keren yaa, seumuran kami sudah berani jalani bisnis kafe yang lumayan oke loh untuk kawasan mojokerto :) Anyway, makanan dan minuman yang disajikan juga sebanding dengan harga yang disodorkan. At least, kafe Newbie ini bisa jadi jujukan tempat nongkrong baru kawula muda Moker saat ini (tsah). 

Wednesday, July 31, 2013

Mudik dan galau itu saling berkaitan loh bro, makin deket waktu mudik makin galau. 

Ini sudah 2 hari menjelang libur lebaran, tapi saya masih galau belum nentuin kapan waktu balik jakarta. Sebenarnya sih tiket pp mudik ke mojokerto sudah di tangan, yakni berangkat tgl 8 Agustus pas hari H, dan balik tanggal 12 Agustus naik kereta. Tapi berhubung jadwal libur kantor belum keluar, saya jadi kepikiran kalo balik tanggal 12 itu kecepetan, mengingat desas desus yang beredar saat ini kantor baru kembali masuk tgl 19. Nahlo?!? Saya kan pengen lama2 di kampung :) 



Friday, July 26, 2013

Tiba2 kepikiran kata jeda alias break alias core buat nulis postingan kali ini. Selain bermaksud menjeda postingan WEDDING dimana pembaca sudah ga sabar menyimak kelanjutan critanya *duileh, jeda kali ini akan bercerita tentang kisahku saat mengalami masa2 jeda *eaa. 

Yup jeda yang pertama adalah jeda ketika menanti kerja lagi setelah resign dari granita. 
Jadi critanya setelah saya nikah, tak lama kemudian saya mengajukan permohonan resign dengan alasan pindah mengikuti suami. Saya rasa alasan "pindah mengikuti suami" adalah alasan yang logis dan lugas, hehe. Disaat semua rekan sepabrik heran kenapa saya keluar tanpa prestasi memukau menggiring IPAL ke arah yg lebih baik, tapi saya rasa semua orang akan maklum kalau penganten anyar itu ga baik kalau berjauh2an, hehe. Oke baiklah, bye bye granita *cheers.

Akhirnya tibalah waktu saya pergi menyusul suami ke jakarta. Sementara waktu saya tinggal di kosan suami selama kurang lebih 2 minggu sampai akhirnya bisa nemuin rumah kontrakan. yap, 2 minggu itulah kegalauan dimulai. Saya mulai kesana kemari mencari lowongan, apply sana sini supaya bisa segera dapet kerjaan. Dan yg pasti destinasi tempat kerja saya adalah jakarta, sukur2 bisa deket sama suami. Dan akhirnya, Allah menjawab semua kegalauan saya melalui grup fesbuk alumni TL UNDIP. Dari sanalah saya memperoleh info kerjaan sebagai engineer di PT Biospetic. Tak membutuhkan waktu yang lama karena saya dinyatakan diterima hari itu juga. Worth it banget yaa, Alhamdulillah *cheers

Jeda berikutnya adalah jeda mencari rumah sementara di jakarta.
Ini sama sekali bukan perkara mudah lho bro buat cari rumah di jakarta, ciyus! Mau cari rumah yang agak bagusan, budget ga mendukung. Giliran mau cari yang sesuai budget, selonjor aja susyah. Yahh begitulah kurang lebih derita budget minimal mau cari hunian ideal di jakarta :D Hampir selama 2 minggu saya harus betah2in tinggal di kosan cowok. Sungkan, itu pasti. Ga nyaman itu apalagi. Akhirnya setelah merajuk2 pada misua, keinginanku untuk mencari rumah meskipun hanya kontrakan diasese juga, hehe. Rumah yg kami dapat ga terlalu istimewa atau sama sekali tak ada istimewanya, karena imut dan minimalis abis. Namun berhubung deket sama lokasi kerja saya, maka kami pilih bertahan disana hingga saat ini. Tapi yang pasti, kami akan terus berusaha untuk mendapatkan rumah yg lebih baik *noted.




Kantor udah mulai sepi nih, temen2 udah pada pulang duluan. Saya juga ikutan deh. Sampai jumpa ya bro :)